Sastra
💥 Sekedar info ya teman-teman, puisi berikut kami bawakan saat hari Santri Nasional, dan foto diatas adalah bentuk apresiasi yang kami dapatkan.
✋Warning!!! Ini adalah karya yang aku buat dengan inspirasi dari puisi Sehelai Daun Kering (Emha Ainun Najdib) juga puisi Mata Luka Sengkon Karta (W.S Rendra).
Setetes Lautan
by.firanda
Jangankan suaramu, Ya Sami'
Sedangkan perintah Mu pun diabaikan
Jangankan tindakanku, Ya Latif
Sedangkan ajakan Mu pun disepelehkan
Jangankan cintaku, Ya Dzul Quwwah
Sedangkan kasih sayang Mu pun dibuang
Jangankan teguranku, Ya Aziz
Sedangkan solusi tawaran Mu pun diremehkan
Betapa naifnya harapanku untuk diterima oleh mereka
Sedangkan jasa penciptaan Mu pun dihapus
Betapa lucunya dambaanku untuk didengar oleh mereka
Sedangkan kitab Mu diingkari oleh seribu peradaban
Betapa tak wajar aku merasa berhak untuk mereka hormati
Sedangkan Rahman Rahim Mu diingat hanya sangat sesekali
Betapa tak masuk akal keinginanku untuk tak mereka sakiti
Sedangkan kekasih Mu Muhammad dilempar batu
Sedangkan Adam Mu diusir
Sedangkan Ibrahim Mu dibakar
Sedangkan Yunus Mu dicampakkan kelaut
Sedangkan Nuh Mu dibiarkan kesepian
Akan tetapi wahai Qadir Muqtadir
Engkau maha Kekal dan aku Rusak
Engkau maha Kuasa dan aku Lemah
Engkau maha Mengetahui dan aku Bodoh
Engkau maha Dahsyat dan aku Picisan
Engkau maha Suci dan aku Kumuh
Engkau maha Tinggi dan aku Rendah serendah-rendahnya
Akan tetapi wahai Qadir, wahai Qahhar
Rasul kekasih Mu Maksum dan aku bergelimang Hawai
Nabi utusan Mu terpelihara sedangkan, aku terjerembab-jerembab
Wahai Mannan, Wahai Karim
Wahai Fatah, Wahai Halim
Aku setitik debu namun, bersujud kepada Mu
Aku sehelai daun kering namun, bertasbih kepada Mu
Aku budak yang kesepian namun, yakin pada kasih sayang dan pembelaan Mu
Serupa maskumambang
Risalah menghantarkan wejangan hidup
Bonang dalam suara sunyi menyendiri
Rislah dan Bonang membalut perih
Menyatu dalam suara denting
Terluka, melukai, mengangga akibat luka penuh ambisi
Terengah-engah dalam medan peperangan
Aku seorang Santri
Menghidupi mimpi dari jerih yang diperas sendiri
Kesederhanaan Nya panutan hidup
Dapat rahmat dilipat dan ditabung
610 Masehi sosok yang kucinta, berumur 40 tahun
Waktu yang mulia untuk sebuah penobatan
Iktikaf baik dasarnya Al-Furqan
Hadits-hadits Mahsyur
Merajut banyak peristiwa
Peralihan kekuasaan yang mendesak
Nabi diangkat Rasul
Dengan dalih meneggakkan agama
Peperangan yang tak terhitung bilangannya
Terjadi dimana-mana
Mati dilubang tak berguna
Tak ada dalam perang Mahabarata
Bahkan disejarah Dunia, hanya disejarah kenabian
Pemusnahan golongan kiri, pihak kafir wajib diperangi
Pemimpin Otoriter, Repelita, rencana peperangan
Bisa jadi rencana perdamaian dikemudian hari
Ditahun-tahun berikutnya
Kudapati terompah misterius
Tak ada salah apalagi benar
Tak ada hukum Negara
Peperangan dimana-mana
Dibunuh dengan denting mata pedang
Dikubur tanpa perubahan
Dimakamkan penuh kehormatan
Beliau, punya tahta
Bukan berarti yang tiada bisa diada-ada
Belajar itu tidak dibatasi umur, jenis kelamin, suku, budaya, ras, ataupun bahasa.
Yuk cek instagramku : https://www.instagram.com/p/CO2VRKEHCMN/?utm_medium=copy_link
Cek juga YouTubeku : https://youtube.com/channel/UCu6lxDog84GQv3XVkjeBFew

Komentar
Posting Komentar